Featured on Cakdan.com (April 10, 2017) – Kado Pengalaman Unik dari Fokado

Semua orang suka mendapatkan hadiah atau kado. Tapi, bagi Antonius Taufan dan Stella Bella, tidak melulu sebuah hadiah itu harus berwujud barang. Namun, bisa juga berupa aktifitas baru yang sangat seru. Seperti yang mereka tawarkan di Fokado, situs yang diklaim memberikan layanan berupa ”experience gift”.

”Sebuah benda bisa hilang, rusak, atau terlupakan oleh waktu. Tapi jika kita memberikan sebuah pengalaman kepada seseorang, besar kemungkinan untuk dikenang selamanya,” ujar Stella Bella, co-founder Fokado.

Tentu, sebuah pengalaman atau aktifitas yang ”dihadiahkan” itu harus begitu uniknya sehingga bisa membekas di memori penerima.
Di Fokado, ”experience gift” yang ditawarkan memang terdiri dari beragam aktifitas seru. Mulai dari scuba diving, memanah, berkuda di alam bebas, belajar DJ, membuat keramik dari tanah liat, belajar sulap, hingga mengikuti workshop batik. Ada sekitar 50-an eksperiens menarik yang di tawarkan.

Menurut Antonius Taufan, yang juga menjadi co-founder Fokado, banyak yang melupakan betapa menyenangkannya melakukan sebuah aktifitas baru. Kalaupun ada yang ingin mencoba sebuah kegiatan tertentu, kadang menjadi malas karena bingung harus mengontak siapa.

Taufan lantas bercerita bagaimana temannya membeli ”experience gift” kursus sulap singkat. Sepulang dari kursus itu ia sudah bisa beratraksi di depan anaknya. ”Ini adalah contoh sederhana betapa experience gift tidak hanya membawa kebahagiaan untuk satu orang saja. Tapi kebahagiaan itu bisa menyebar ke orang-orang terkasihnya,” ujar Taufan.

Karena itu, ia optimistis bahwa layanan ”experience gift” ini memiliki ruang tumbuh yang sangat besar di Indonesia, khususnya Jakarta. Mengapa? Ada dua alasan. Pertama, bagi mereka yang akan memberi hadiah kepada seseorang, maka akan senang karena bisa memberikan sesuatu yang unik dan berbeda.

”Pemberi kado juga merasa lebih praktis. Tidak perlu mereka menghabiskan waktu untuk belanja di mal,” ujar Taufan. ”Cukup melakukan pembayaran lewat transfer, maka gift certificate akan diberikan ke alamat penerima hadiah. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak memberikan gift, karena hari itu juga beli dan dikirim pun bisa,” tambahnya sambil tersenyum.

Sebaliknya, mereka yang diberi hadiah tak kalah senang karena mendapat kejutan yang berbeda. Setelah mendapat gift certificate, ia cukup melakukan reservasi ke pihak Fokado untuk diaturkan jadwal di merchant-nya. ”Penerima hadiah memang harus mengatur jadwal. Aktifitas seperti berkuda, misalnya, bisa penuh di hari-hari tertentu,” katanya.

Baik Stella maupun Taufan menilai bahwa layanan Fokado lebih condong ke arah e-commerce dibandingkan daily deals. Meski demikian, tantangan terbesar mereka hampir serupa dengan daily deals: mendapatkan merchant terbaik yang bisa memberikan pengalaman istimewa.

”Kami tidak mau asal bekerja sama. Kami ingin bisa memberikan layanan yang berkesan. Mulai dari value-nya, perofesionalitas merchant, hingga safety. Karena itu, kami pilih merchant yang terbaik di bidangnya,” beber Taufan lagi. Memang layanan Fokado tidaklah murah. Aktifitas berkuda berdua, misalnya, ditawarkan seharga Rp570 ribu, mengikuti batik intensif mencapai Rp600 ribu, dan mencicipi bir di lima negara senilai Rp700 ribu.

Karena itu segmen yang dibidik cukup nieche dan spesifik: AB, B, serta para ekspatriat. ”Kendati demikian, kita juga punya aktifitas yang cukup murah lho, mulai dari Rp50 ribu-Rp150 ribu. Misalnya berlatih kendo atau memanah,” timpal Bella. Aktifitas yang seperti ini tidak selalu harus ”dihadiahkan”, tapi bisa juga menjadi ”weekend to-do list”, yakni aktifitas yang menyenangkan saat dilakukan di akhir pekan.

Fokado.com saat ini masih dalam status beta. Meski demikian, sejak beroperasi pada 9 Februari 2012 silam pembeli ”experience gift” mereka terus menunjukkan peningkatan. Terutama di hari spesial seperti Valentine. ”Kami optimistis mendapatkan margin di tahun pertama,” tutup Taufan.

 

Source: https://cakdan.com/2012/04/10/rupa-baru-netbook/

Featured on (June 1, 2012) – Dapatkan Sensasi Baru dalam Mencari Kado Unik melalui Situs Fokado

Semua orang pasti suka mendapatkan hadiah atau kado. Ada banyak definisi dari arti sebuah kado, ada yang mengatakan bahwa kado dapat melakukan apa yang tidak bisa manusia lakukan, ucapkan, atau meminta maaf. Melalui sebuah kado, dapat menyatukan yang tercerai berai dan mendatangkan kecintaan serta perdamaian. Sebuah kado yang kadang terlihat sederhana, ternyata sangat istimewa bagi orang lain.

Dalam memberikan kado tidak harus selalu berbentuk benda yang bisa dipajang, tapi pemaknaan kado bisa jauh melampaui pemikiran banyak orang selama ini. Kado adalah sesuatu yang bisa dirasa, dikenang, dan dinikmati. Oleh karena itu, kado menjadi sesuatu yang berharga. Berangkat dari filosofi kado inilah, hadir sebuah website yang inten dalam urusan kado bernama Fokado.

Bagi founder Fokado, Antonius Taufan dan Stella Bella, hadiah tidak melulu harus berwujud barang. Namun, bisa juga berupa aktifitas baru yang sangat seru, seperti yang ditawarkan oleh startup lokal mereka. Situs ini diklaim akan memberikan layanan berupa experience gift. Sebuah benda bisa hilang, rusak dan terlupakan oleh waktu. Tetapi jika hadiah yang diberikan berupa suatu pengalaman untuk seseorang, besar kemungkinan untuk dikenang selamanya.

Salah seorang pendiri dari situs layanan kado, Antonius Taufan adalah lulusan angkatan pertama dari Jakarta Founder Institute(JKTFI). Bersamaan dengan kelulusannya Taufan merilis startuplokalnya ke publik. Dari pengalamannya mengikuti JKTFI selama 4 bulan, Taufan mencoba membangun startup lokal sendiri. Selain menjadi produktif, melalui JKTFI dia juga mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman dari mentornya. Menurutnya, valueterbesar yang didapatkannya dari sini adalah membangun network. Taufan juga bisa mempunyai akses ke pasar serta berkenalan dengan teman-teman yang supportif.

Situs lokal ini secara resmi telah soft launch pada awal Februari lalu, dengan menyediakan berbagai macam experience gift yang menarik. Experience gift yang ditawarkan memang terdiri dari beragam aktifitas seru mulai dari scuba diving, memanah, berkuda di alam bebas, belajar DJ, membuat keramik tanah liat, belajar sulap hingga mengikuti workshop batik. Akan ada sekitar 50-an pengalaman menarik yang ditawarkan.

Situs yang menawarkan kado unik ini dapat mengirimkan gift certificate yang dikemas dalam box cantik ke alamat yang dituju tanpa memaksa meninggalkan meja kerja Anda. Penerima hadiah dapat Anda tujukan kepada orang tua, sang buah hati, pasangan Anda, sahabat ataupun kolega di perusahaan. Dengan hadirnya layanan ini pemberi kado merasa lebih praktis, tanpa harus menghabiskan waktu untuk belanja. Setelah mendapat gift certificate, Anda harus melakukan reservasi untuk mengatur jadwal di merchant-nya. Jadi, penerima hadiah memang harus mengatur jadwal. Misalnya aktifitas berkuda yang bisa saja penuh di hari-hari tertentu.

Untuk memberikan Anda pengalaman yang istimewa, startup yang satu ini memilih merchant yang terbaik di bidangnya. Mereka mengedapankan value, profesionalitas merchant, hingga safety. Memang layanan yang disediakan di sini tidaklah murah. Aktifitas berkuda berdua misalnya, ditawarkan seharga Rp 570 ribu, dan mengikuti batik insentif mencapai Rp 600 ribu. Oleh karena itu, segmen yang dibidik cukup spesifik yaitu kalangan menengah ke atas serta para ekspatriat. Meskipun demikian, tersedia juga aktifitas yang cukup murah seperti berlatih kendo atau memanah yang dihargai mulai dari Rp 50.000 – Rp 150.000. Aktifitas seperti ini tidak selalu harus menjadi hadiah, tetapi bisa juga menjadi weekend to-do-list, yaitu sebuah aktifitas menyenangkan di akhir pekan.

Meski sudah dirilis, layanan Fokado saat ini masih terbatas. Experience yang tersedia pun masih terbatas, baik dari segi jumlah maupun lokasi. Begitu pula dengan sistem pembayaran yang diterima, yang saat ini hanya melayani transfer antar rekening BCA dan Mandiri. Beberapa kekurangan ini akan terus dibenahi. Meskipun belum bisa memastikan kapan akan full release, Taufan membuat rencana untuk go national pada akhir tahun 2012 ini.

Bagi Anda yang selama ini hanya terpaku pada hadiah barang yang itu-itu saja, maka tak ada salahnya memakai jasa layanan kado unik ini untuk memberikan kesan yang berbeda, mewah, dan mungkin tak terlupakan meskipun hadiah tersebut tidak bisa dipajang di kamar.

 

Source: http://www.plimbi.com/article/9098/dapatkan-sensasi-baru-dalam-mencari-kado-unik-mela

Featured on Daily Social (Feb 17, 2012) – Tentang Fokado dan Pengalaman Pendiri Mengikuti Jakarta Founder Institute

Fokado adalah sebuah layanan eCommerce yang mengkhususkan menjual kado. Tetapi, kado yang dijual bukanlah berupa barang, lebih berupa pengalaman, seperti pengalaman terbang dengan microlight, pengalaman mengendarai kuda, atau pengalaman membuat keramik tanah liat. Dengan memanfaatkan Fokado, Anda bisa memberikan kado spesial yang berbeda baik kepada pasangan, saudara, orang tua, teman, teman kantor, atasan, dan sebagainya.

Melalui wawancara via email, Taufan menceritakan pengalamannya dalam mengikuti JKTFI ini. Menurutnya, masa 4 bulan mengikuti JKTFI adalah masa-masa yang sangat sibuk. Namun hasilnya menyenangkan. Selain menjadi produktif, melalui JKTFI Taufan juga mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman yang dibagikan oleh para mentor. Menurutnya, value terbesar yang didapatkannya selama mengikuti JKTFI adalah membangun network. Dari JKTFI, dia tidak hanya bisa mengenal mentor untuk startup-nya, tetapi juga bisa mempunyai akses ke pasar serta berkenalan dengan teman-teman yang supportif.

Dari JKTFI, Taufan mencoba membangun Fokado. Meskipun sudah rilis, layanan Fokado saat ini masih terbatas. Experience yang tersedia saat ini masih terbatas, baik dari segi jumlah maupun lokasi. Sistem pembayaran yang diterima saat ini pun hanya melalui transfer antar rekening BCA. Beberapa kekurangan ini, akan dicoba untuk dibenahi. Selain itu, beberapa fitur seperti gift certificate juga akan ditambahkan. Meskipun belum bisa memastikan kapan akan full release, Taufan membuat rencana untuk “go national” pada akhir 2012 ini.

Ketika ditanya kesulitan dalam mendirikan startup, Taufan menyebut salah satunya adalah kesulitan dia dalam mendirikan badan usaha dan legalitas. Peraturan untuk membangun PT di Indonesia menurutnya sangat merepotkan. Taufan berharap, pemerintah Indonesia bisa seperti pemerintah Singapura. Di Singapura, pemerintah setempat bahkan menyediakan grant khusus dan kantor dengan biaya sewa yang murah untuk mendukung startup agar bisa berkembang. Dengan dukungan lebih dari pemerintah Indonesia, ekosistem startup diharapkan bisa lebih baik agar perkembangan startup di Indonesia menjadi lebih pesat.

 

Source: https://dailysocial.id/post/tentang-fokado-dan-pengalaman-pendiri-mengikuti-jakarta-founder-institute